Selasa, 03 Mei 2016
Pengumuman Seleksi TAC 2016, 3 Mei 2016
Selamat bagi grup 5 besar yang lolos ke tahap selanjutnya, bagi grup yang belum lolos tetap semangat jadilah akuntan yang akan penyinar dunia!
Silahkan lihat hasil pengumumannya
https://drive.google.com/file/d/0B6vN9yIIlYOAZ1NqeUNVUGRwRE0/view?usp=sharing
Regrats,
Panitia TAC2016
Kamis, 28 April 2016
Dana Pemda di Perbankan Menumpuk, Transfer Non Tunai Diberlakukan
Rabu, 27 April 2016
Download MYOB V22
Semoga dengan ini dapat membantu untuk mempelajarinya
Semangat untuk mengikuti Tazkia Accounting Competition 2016. Jadilah yang terbaik dari yang terbaik!
"Future Accountant for Enligtening Future World"
Sabtu, 23 April 2016
Kompetisi Tahunan Bergengsi "Tazkia Accounting Competition 2016"
Himpunan Mahasiswa Akuntansi Islam Tazkia (HAMAS) bekerjasama dengan STEI Tazkia mempersembahkan kompetensi bergengsi tahunan "Tazkia Accounting Competition 2016"
Tema: "Future Accountant for Enlightening Future World"
Akan diselenggarakan pada,
3 Mei 2016 (Babak Penyisihan)
4 Mei 2016 (Babak Final)
Peserta perlombaan berasal dari siswa/i SMA/SMK/MA se-derajat JABODETABEK
Download dan isi formulir pada alamat di bawah ini (https://drive.google.com/file/d/0B6vN9yIIlYOALWdZb1JPa2Uybnc/view)
Informasi lebih lanjut, hubungi:
+62 857-7391-4765 (Conita)
Tunggu apa lagi? Bagi sekolah kalian yang ingin mengikuti langsung daftar yuk! Sebelum tanggal 30 April 2016.
Di sponsori oleh:
:: STEI Tazkia
Media partner:
:: ANTARA Corporate
:: ANTARA Bogor
:: Bogor Pisan
Kamis, 21 April 2016
BI Pertahankan BI Rate 6,75 Persen
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 20-21 April 2016 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 6,75 persen, setara dengan suku bunga operasi moneter tenor 12 bulan. Di samping itu, RDG juga memutuskan suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75 persen dan Lending Facility sebesar 7,25 persen.
Sejalan dengan rencana reformulasi suku bunga kebijakan yang diumumkan pada 15 April 2016 lalu, BI juga mengumumkan BI 7-day (Reverse) Repo Rate tetap sebesar 5,5 persen. Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara, keputusan tersebut sejalan dengan upaya untuk mencapai sasaran inflasi 2016 sebesar 4 plus minus 1 persen, dan tetap konsisten dengan upaya mendorong momentum pemulihan ekonomi domestik di tengah masih lemahnya pertumbuhan ekonomi global.
“Bank Indonesia akan melanjutkan upaya penguatan kerangka operasi moneter melalui penerapan struktur suku bunga operasi moneter secara konsisten,” ungkapnya dalam keterangan resmi pada Kamis (21/4). Ia menambahkan, BI juga akan terus memperkuat koordinasi kebijakan bersama Pemerintah untuk memastikan pengendalian inflasi, penguatan stimulus pertumbuhan, dan pelaksanaan reformasi struktural berjalan dengan baik, sehingga mampu menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Jumat, 08 April 2016
Kamis, 31 Maret 2016
Ekspor Gerbong Kereta Buktikan Industri Dalam Negeri Punya Daya Saing
Untuk pertama kalinya, Indonesia mengekspor gerbong kereta penumpang buatan PT Industri Kereta Api (PT INKA) ke Bangladesh. Hal ini membuktikan bahwa industri dalam negeri mampu bersaing di pasar internasional, karena berhasil menembus pasar ekspor dunia.
Menurut Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro, gerbong kereta menjadi komoditas ekspor yang relatif baru. Setelah lama bergantung pada ekspor komoditas mentah seperti hasil tambang dan minyak sawit, Menkeu berharap ekspor gerbong kereta ini dapat diikuti dengan ekspor hasil manufaktur lainnya.
“Kita harus kenalkan produk baru, produk produk yang berupa olahan dan manufaktur, dan salah satu contoh yang kita banggakan adalah gerbong kereta yang dibuat PT INKA ini," jelasnya dalam sambutannya pada acara pelepasan ekspor tahap pertama Gerbong Kereta Penumpang produksi PT INKA (Persero) ke Bangladesh pada Kamis (31/3) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Agar momentum ini dapat terus berlanjut, pemerintah pun berupaya memperbaiki pola promosi ekspor ke depan. "Kita sudah mengupayakan bahwa promosi ekspor kita ke depan sudah mempunyai pola baru. Sekali lagi saya tekankan, kita butuh ekspor untuk mendorong ekonomi,” jelasnya.
Selain membuktikan bahwa produk buatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diakui oleh pasar dunia, ekspor gerbong kereta buatan PT INKA ke Bangladesh ini sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia berhasil melakukan perluasan pasar ekspor, karena mampu menembus negara-negara tujuan ekspor nontradisional.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Thomas Lembong menilai, keberhasilan ini merupakan buah dari kerja sama antarinstansi pemerintah selama ini. Ia menyatakan, Kementerian Perdagangan akan terus mendukung eskpor hasil manufaktur Indonesia. "Ini adalah contoh team work di kabinet, dan terutama di tim ekonomi. Sudah saatnya mulai beralih ekspor kita ke produk manufaktur seperti gerbong kereta api PT INKA, dan kami dari Kemendag akan mendukung terus,” katanya.(nv)

